Tips dan Saran Jika Hendak Berkunjung ke Makam Kramat Talun “Mbah Kuwu Sangkan”


 Tips dan Saran Jika Hendak Berkunjung ke Makam Kramat Talun “Mbah Kuwu Sangkan”
            Untuk para peziarah atau para pengunjung yang hendak pergi ke Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan, berikut ini ada beberapa saran dan tips yang mungkin kalian perlukan ketika mengunjungi Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan.
  1.      Rute
Jika hendak berkunjung ke Makam Mbah Kuwu Sangkan ada beberapa kendaraan umum yang dapat kita gunakan
a.       Angkutan Umum
Jika kita pergi menggunakan angkutan umum atau angkot maka dari Terminal Harjamukti kita harus berjalan  belakang terminal. Carilah angkot GS atau Gunung Sari-Sumber lalu bicara pada pak supir bahwa kalian akan turun di Pertigaan Mountoya.
Namun jika kita memakai angkutan umum, kita harus naik ojek lagi untuk sampai Makam Kramat Talun di karenakan Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan berada di tengah-tengah pemukiman desa, sedangkan angkot atau angkutan umum tidak melewati daerah tersebut.
b.      Ojek Online
Di Cirebon telah ada transportasi ojek online seperti kota-kot besar lainnya. Sangat mudah sekali ketika kita akan berkunjung ke Makam Kramat Talun menggunakan Ojek Online. Buka aplikasi ojek online, tentukan titik penjemputan lalu masukkan ke titik tujuan dengan user “Kramat Talun” klik, lalu klik pesan, tunggu beberapa saat, driver pun akan mengantarkan anda sampai ke tempat tujuan dengan selamat.
c.       Kendaraan Pribadi
Jika kalian merupakan para peziarah atau pengunjung dari Cirebon dan sekitar nya maka kita gunakan terminal harjamukti sebagai titik awal menuju Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan. Ketika kalian telah berada di Jl. Ahmad Yani tepatnya di Terminal Harjamukti maka pertama-tama hal yang harus kalian lakukan adalah tetap berada di jalan tersebut sekitar 550 m maka kalian akan bertemu dengan lampu merah. Setelah lampu merah kalian belok kiri ke arah Jl. Kanggraksan tetap ikuti Jl.Kanggraksan sekitar 800m dan belok ke arah kanan ke Jl. Kalitanjung. Sejauh kurang lebih 4 km tetap ikuti jalan tersebut sampai bertemu degan perempatan mountoya, belok kiri, lurus kembali, sekitar 500m kemudian kalian akan bertemu dengan plang atau tulisan “Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan” maka kalian harus belok ke arah kanan, ikuti jalan sekitar 300m maka akan sampai ke Makam Kramat Talun.
Jika kalian para peziarah atau para pengunjung dari luar kota, tol cipali merupakan jalan altrenatif yang paling dekat dengan lokasi Makam Mbah Kuwu Sangkan. Kalian bisa keluar Tol Cipali melalui Tol Ciperna belok ke arah kanan setelah SPBU, kira-kira sekitar 250m belok kanan menuju arah Jl. Ir. Soekarno lurus terus sekitar 2 km, dan kalian akan bertemu dengan perempatan mountoya, belok kiri, lurus kembali, sekitar 500m kemudian kalian akan bertemu dengan plang “Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan” maka kalian harus belok ke arah kanan, ikuti jalan sekitar 300m maka akan sampai ke Makam Kramat Talun.
Atau supaya lebih mudah, memakai aplikasi google maps agar titik lokasi bisa lebih akurat dengan memasukkan titik tujuan “Keramat Talun”
   2.      Saran
a.         Membawa uang recehan
      Di Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan banyak sekali orang-orang yang membawa ember untuk para pengunjung Makam Kramat Talun, sampai terkadang kita di ikuti sampai ke dalam halaman bangunan inti dari Makam Mbah Kuwu Sangkan. Orang yang membawa ember tersebut kebanyakan anak-anak kecil sekitar umur 8-9 tahun. Menurut informasi yang di dapat, anak-anak tersebut bukanlah masyarakat sekitar Makam Kramat Talun.
b.         Berpakaian yang sopan
     Ketika berkunjung ke Makam Kramat Talun, hendaklah berpakaian yang sopan. Khusus untuk para peziarah atau pengujung  wanita, wajib memakai kerudung dan berpakaian yang tidak membentuk lekuk badan.
c.         Pastikan sedang tidak datang bulan
     Di Makam Kramat Talun Mbah Kuwu Sangkan, bagi wanita yang sedang datang bulan atau menstruasi dilarang memasuki bangunan inti dari Makam Mbah Kuwu Sangkan. Itu dikarenakan mencegah hal-hal yang tidak di inginkan dan lagi pula Makam Kramat Talun merupakan tempat yang suci, makam seorang yang memiliki peran penting dalam berdirinya Cirebon maka dari itu hendaknya menjaga kesuciannya.

Share:

Ragam Wisata Motivasi Wisata Religi Mbah Kuwu Sangkan


Ragam Wisata Motivasi Wisata Religi Mbah Kuwu Sangkan
Ziarah atau berkunjung ke makam pada dasarnya merupakan salah satu rangkaian kegiatan religius manusia khususnya umat Islam. Rachmat Subagio (1980) mengartikan bahwa ziarah mengandaikan kondisi manusia sebagai pengembara di dunia yang hanya mampir ngombe. Orang yang berziarah ke makam pada umumnya di hubung-kan dengan tokoh orang keramat yang dimakamkan di tempat itu. Dalam kepercayaan orang Jawa, yang Koentjaraningrat menyebutkan dengan istilah agami Jawa (1984:325) yang termasuk orang keramat antara lain guru-guru agama, tokoh-tokoh historis maupun setengah historis, tokoh-tokoh pahlawan dari cerita mitologi yang dikenal melalui pertunjukan wayang dan lain-lain, juga tokoh-tokoh yang menjadi terkenal karena suatu kejadian tertentu.
Bagi orang yang memiliki kesenangan melakukan ziarah ke tempat-tempat yang mereka anggap sebagai makam seorang ulama, wali, maupun tokoh-tokoh sejarah yang memiliki pengaruh kuat pada berdirinya suatu daerah, sama seperti halnya Makam Kramat Mbah Kuwu Sangkan yang terdapat di Dusun Girang  Kampung Talun Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon bukanlah tempat yang asing lagi bagi mereka.
Para peziarah seperti ini, umumnya telah mengetahui kekeramatan tokoh yang di makamkan di suatu tempat. Bahkan peziarah itu melakukan ziarah secara berantai dari suatu makam kramat ke makam kramat yang lainnya.
Para peziarah atau  para pengunjung biasanya datang dengan rombongan besar maupun perorangan, yang biasanya setiap orang tersebut memiliki alasan atau motivasi individualisatau niat yang berlainan yang tidak sama, tergantung dengan apa kepentingan yang akan mereka minta. Menurut informasi yang telah didapat, rata-rata orang-orang yang datang berkunjung kebanyakan mendengar dari mulut ke mulut tentang kekeramatan Mbah Kuwu Sangkan sebagai salah satu tokoh Babad Cirebon. Para peziarah atau para pengunjung mempunyai motivasi atau harapan, dengan melakukan ziarah, berkunjung atau bahkan tirakat di Makam Mbah Kuwu Sangkan, mereka mendapatkan hidup yang lebih baik, mendapatkan jabatan seperti Mbah Kuwu Sangkan (menjadi Kuwu atau pemimpin suatu daerah. Dan masih banyak lagi. Para peziarah yang erkunjung ke Makam Mbah Kuwu Sangkan itu ada yang kemauan dirinya sendiri, ada yang di ajak oleh temannya, ada yang dianjurkan oleh temannya atau tetangganya, bahkan ada yang dianjurkan oleh kerabatnya yang merasa berhasil.
            Berdasarkan kenyataan pada saat terjun ke lapangan langsug, terdapat berbagai macam motivasi para peziarah yang sedang berkunjung dan ber tirakat di Makam Mbah Kuwu Sangkan. Ada yang berziarah untuk menenangkan batin, mengubah nasib menjadi lebih baik, mengikhtiari adiknya yang gila, mendapatkan keturunan, menemukan kecocokan dalam berdagang, dan lain-lain.
            Para orang-orang yang bertirakat di Makam Kramat Talun, biasanya mereka melakukan berbagai hal kegiatan. Seperti puasa, melakukan sholat-sholat sunnah, berdzikir. Hal-hal yang dianjurkan ketika kita berkunjung ke makam keramat talun adalah:
1.      Tahajud 40 hari berturut-turut
2.      Mandi pada saat malam hari selama 40 hari
3.      Tidak tidur selama 40 hari
4.      Puasa selama 40 hari
5.      Berdzikir setiap setelah sholat
Secara tidak sadar, kegiatan para peziarah yang melakukan tirakat di Makam Mbah Kuwu Sangkan bisa saja tergelincir kepada praktek syirik (menyekutukan Allah SWT) yang bertentangan dengan aqidah Islam. Untuk mencegah dan untuk menanggulangi hal tersebut, perlu adanya pembinaan atau pengarahan dari pemuka agama secara perlahan-lahan. Sebenarnya segala sesuatu itu tergantung kepada motivasi atau tujuan kita sendiri. Apabila hanya sebatas ingin mendoakan sang tokoh yang di makamkan di tempat tersebut agar di berikan berkah dan mengharap ampunan dosanya oleh Allah SWT mungkin tidak akan tergolong menyekutukan Allah. Tetapi bila motivasi atau tujuannya mengharapkan berkah atau memohon bantuan sesuatu dari yang sudah meninggal tentu masalanya berbeda.

Share:

Palinggihan Ichsanul Kamil, Si Merah yang Menarik Hati


Palinggihan Ichsanul Kamil, Si Merah yang Menarik Hati
            Seiring perkembangan zaman, ketika berwisata tak afdol jika kita tak mengabadikannya kedalam bentuk foto. Di Makam Mbah Kuwu Sangkan sebelum memasuki daerah sekitar Makam Kramat Talun, di bagian depan ada sebuah situs bangunan baru berwarna merah yang bernama Palinggihan Ichsanul Kamil. Palinggihan Ichsanul Kamil ini terletak tak jauh dari bagian depan gerbang utama dari Makam Mbah Kuwu Sangkan. Palinggihan sendiri berasal dari kata lungguh  yang berarti duduk. Bangunan palinggihan tersebut berwarna merah dan di kelilingi pagar bercorak khas Islam di wilayah Cirebon. Konon Palinggihan tersebut dulu digunakan oleh Mbah Kuwu Sangkan sebagai tempat meditasi beliau berinteraksi dengan Tuhannya (Allah SWT).
Palinggihan tersebut kini telah direnovasi. Pada saat ini palinggihan digunakan sebagai tempat berkumpulnya para kuwu se-Kabupaten Cirebon yang tergabung dalam Forum Kuwu Kabupaten Cirebon (FKKC) dan juga para pemimpin Cirebon lainnya. Mereka juga senantiasa menggelar kegiatannya di sana setiap saat acara Haul Mbah Kuwu Sangkan atau lebih tepatnya saat Hari Jadi Kabupaten Cirebon. Selain digunakan sebagai kegiatan tersebut, ketika hari-hari biasa tempat itu digunakan sebagai tempat transit para pengunjung atau para peziarah yang akan memasuki bangunan inti ketika akan berziarah untuk bertemu juru kunci dari Makam Mbah Kuwu Sangkan.
Ketika mulai memasuki gerbang Palinggihan Ichsanul Kamil, maka tepat di sebelah  kanan gerbang ada sebuah sumur. Sumur tersebut merupakan salah satu sumur keramat yang dipercaya jika menggunakan atau mandi dengan air dari sumur ini dipercaya akan enteng jodoh. Di Palinggihan Ichsanul Kamil pun menyediakan semacam kamar untuk siapa pun yang akan mandi dari air sumur tersebut. Bangunan kamar ini seperti bangunan masyarakat Tionghoa, namun tetap, cat merah khas bangunan Islam di Cirebon pun menjadi ciri tersendiri. Penampungan air yang terhubung dengan kamar tadi, di hubungkan dengan sumur melalui pipa-pipa yang tersusun rapih. Menurut informasi yang di dapat, setiap pertengahan bulan pada saat bulan purnama, pasti ada saja orang-orang yang berkunjung yang tujuannya untuk mandi di Palinggihan Ichsanul Kamil. Jumlahnya pun tidak sedikit, dan kebanyakan mereka yang datang ke Palinggihan Ichsanul Kamil itu dari sekitar wilayah CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan).
Konon pada zaman dahulu di sekitar wilayah Makam Kramat Talun sangat sulit untuk menemukan sumber air yang tepat untuk dapat di jadikan sumur. Dan ketika Mbah Kuwu Sangkan menggali di tanah tersebut untuk dijadikan sumber air atau sumur (sumur yang sekarang berada di Palinggihan Ichsanul Kamil), air yang keluar dari galian tersebut pun bersih dan mengalir deras. Maka dari itu kini sumur tersebut dipercaya sebagai sumur keramat yang dapat mempunyai khasiat yang banyak, salah satunya enteng jodoh.
Sebelah kiri dari halaman Palinggihan Ichsanul Kamil terdapat sebuah bangunan yang cukup besar. Seperti yang telah di informasikan sebelumnya, bangunan tersebut merupakan bangunan yang biasa di gunakan sebagai berkumpulnya para pemimpin Cirebon (Khususnya para kuwu) pada saat haul Mbah Kuwu Sangkan dan tempat transit para pengunjung atau peziarah yang hendak masuk ke dalam Makam Mbah Kuwu Sangkan. Tetap dengan cat yang di dominasi warna merah, kesan bangunan Islam di Cirebon pun tak terhilangkan.
Suasana di Palinggihan tersebut sangatlah nyaman. Sejuk sekali. Tempat duduk untuk para pengunjung atau para peziarah transit pun sangat bersih, di sediakan kamar mandi yang juga bersih, halaman yang sangat luas, semuanya tertata rapih. Bagi siapapun yang berkunjung ke Palinggihan Ichsanul Kamil, maka akan sangat merasa ingin berlama-lama berada di Palinggihan tersebut.

Share:

3 Patung “Penjaga” Makam Mbah Kuwu Sangkan Menarik Perhatian Para Peziarah


3 Patung “Penjaga” Makam Mbah Kuwu Sangkan Menarik Perhatian Para Peziarah
Patung merupakan benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai suatu karya seni untuk menggambarkan sesuatu. Patung diciptakan oleh seniman untuk dikagumi manusia. Di jaman sekarang, patung diciptakan dengan berbagai artian. Ada yang digunakan untuk menghormati sesuatu, ada yang diciptakan sebagai tempat wisata, dan lain sebagainya.
Menurut beberapa catatan sejarah, Mbah Kuwu Sangkan atau Raden Walangsungsang menyukai sejumlah hewan. Semasa beliau hidup, beliau memelihara 3 ekor hewan yaitu, seekor kucing, seekor macan, dan seekor kerbau. Hewan-hewan tersebut diberi nama Kucing Candra Mawa, Kebo Dongkol Bule Karone, dan Macan Samba Putih. Ketiga hewan tersebut saat ini diyakini sudah punah.
Untuk menggambarkan hewan-hewan yang dipelihara oleh Mbah Kuwu Sangkan semasa hidupnya, pengurus dari Makam Kramat Talun Membuatkan patung perwujudan dari hewan-hewan yang dipelihara oleh Raden Walangsungsang. Bentuk dari ketiga hewan tersebut dapat dilihat pada patung-patung hewan yang ada di sekitar lokasi makam, berikut ini merupakan letak-letak pa
1.      Kucing Candra Mawa


Jika kita ingin menemukan patung Kucing Candra Mawa maka kita harus memasuki Makam Kramat Talun melalui gerbang utama dari bangunan inti Makam Kramat Talun atau Makam Mbah Kuwu Sangkan. Patung kucing yang satu ini berada tepat disebelah kanan pintu gerbang utama Makam Kramat Talun Kucing ini bernama Kucing Candra Mawa. Patung kucing itu berwarna hitam-putih, sama seperti namanya “Candramawa” yang berarti hitam putih.
2.      Kebo Dongkol Karone

Patung Kebo Dongkol Bule Karone dapat kita temukan ketika kita akan mulai memasuki bangunan utama dari Makam Mbah Kuwu Sagkan. Patung Kerbau ini bersebelahan dengan patung Kucing Candra Mawa. Patung tersebut menggambarkan seperti seekor kerbau yang sedang duduk, berwarna putih dengan tanduk hitam tegas yang meringkuk kedalam.
3.      Macan Samba

Seperti yang telah diinfokan tadi, patung Macan Samba berada disebelah kanan patung kerbau, ada patung harimau putih dan senjata kujang yang berdampingan. Menurut informasi yang telah didapat, harimau tersebut biasa disapa dengan sebutan Macan Samba Putih.
Ketiga patung binatang tersebut merupakan perwujudan hewan peliharaan kesayangan dari Mbah Kuwu Sangkan ketika beliau masih hidup. Meskipun ketiga hewan tersebut sudah punah. Namun menurut kepercayaan masyarakat sekitar, sampai saat ini ketiga hewan tersebutlah yang menjaga Makam Mbah Kuwu Sangkan.
Ketiga patung tadi telah mengalami beberapa kali renovasi karena telah dimakan usia. Hal itu dilakukan demi merawat serta melestarikan salah satu situs budaya Agama Islam khususnya di daerah Cirebon, Jawa Barat. Hal itu juga dilakukan agar para generasi penerus masih dapat mengetahui dan juga menemui Sejarah Babad Cirebon yang dimulai oleh Raden Walangsungsang atau Mbah Kuwu Sangkan.

Share:

Mengintip Salah Satu Situs Budaya Islam di Cirebon “Makam Kramat Talun”


Mengintip Salah Satu Situs Budaya Islam di Cirebon “Makam Kramat Talun”

Indonesia merupakan salah satu negara yang menawarkan destinasi wisata yang beragam. Berwisata ke pantai, naik gunung, menikmati indahnya air terjun, taman bunga dan sebagainya, mungkin sudah menjadi preferensi yang lazim bagi beberapa orang yang gemar berwisata. Namun jika kita ingin mendapatkan ketenangan hati, wisata religi dapat menjadi salah satu pilihan yang terbaik karena selain kita merasakan sisi spiritualnya, kita juga bisa menyelami sisi historisnya. Wisata religi merupakan salah satu jenis wisata tertua dalam pariwisata. Yang menarik adalah wisata religi tak harus selalu ke objek wisata yang sesuai dengan keyakinan kita. Kabupaten Cirebon sebagai salah satu wilayah yang menjadi gerbang utama penyebaran islam di Pulau Jawa mewariskan banyak sekali situs budaya religi yang memiliki nilai religius yang sangat tinggi. Makam Kramat Talun bisa masuk kedalam daftar list wisata religi yang bisa kita singgahi.
Makam Keramat Talun atau yang biasa dikenal juga dengan sebutan Makam Mbah Kuwu Sangkan merupakan sebuah destinasi religi yang terletak di Dusun Girang Kecamatan Talun Kabupaten Cirebon Provinsi Jawa Barat. Tempat tersebut merupakan tempat persemayaman terakhir salah satu tokoh pendiri Cirebon Nagari yang bernama Raden Walangsungsang. Raden Walangsungsang merupakan sosok yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di tanah Cirebon. Beliau merupakan keturunan dari Raja Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subang Larang dari Keraton Padjajaran Bandung. Raden Walangsungsang adalah putra sulung dari 3 bersaudara. Saudaranya bernama Nyi Mas Rara Santang dan Pangeran Raja Sanggara.
 Sebagai Putra Mahkota, Mbah Kuwu Sangkan atau Raden Walangsungsang mewarisi sifat kepemimpinan ayahandanya, Prabu Siliwangi. Hal ini terbukti dari pencapaiannya yang berhasil menduduki takhta Cirebon yang pada saat itu ada di bawah Kerajaan Pasundan dipimpin Raja Galuh, dan Mbah Kuwu merupakan raja pertama. Hal tersebut merupakan penyebab beliau dikenal dengan “Mbah Kuwu Sangkan”.
Sebagai keturunan dari Prabu Siliwangi yang beragama Hindu tentu saja Raden namun Raden Walangsungsang mendapatkan mimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW yang memerintahkan mereka mencari ajaran syariat Islam yang dapat menyelamatkan manusia baik di dunia maupun di akhirat nanti. Bukan hanya Raden Walangsungsang saja yang mendapatkan mimpi tersebut. Adiknya Nyi Mas Rara Santang pun mendapatkan mimpi yang sama. Keputusan Raden Walangsungsang untuk memeluk agama Islam pun ditentang oleh sang ayahanda, Prabu Siliwangi. Raden Walangsungsang diusir dari Istana Keraton Padjajaran Bandung. Rasa kehilangan pun tak bisa dihindari oleh adiknya, Nyi Mas Rara Santang. Akhirnya sang adik pun menyusul Raden Walangsungsang untuk keluar dari Istana Keraton Padjajaran Bandung.
Dalam pengembaraannya, Raden Walangsungsang dan adiknya Nyi Mas Rara Santang, mereka mencari seorang guru yang sesuai dengan petunjuk dalam mimpinya. Akhir dari pengembaraannya dan berdasarkan beberapa petunjuk yang diberikan oleh beberapa Sang Hiang, akhirnya Raden Walangsungsang dan Nyi Mas Rara Santang bertemu dengan Syech Nurul Jati di sekitar daerah Gunung Jati, Cirebon yang mampu mengajarkan syariat Islam kepadanya dan sesuai dengan petunjuk yang ada dalam mimpinya. Beberapa ajaran yang diajarkan kepadanya diantaranya yaitu tentang dua kalimat syahadat, Sholawat, membaca Al-Qur’an, berdzikir, Sholat, Zakat, Puasa, Kitab Fiqih Ibadah Haji dan lain sebagainya.
Setelah dianggap telah cukup menimba ilmu tentang syariat Islam, akhirnya Raden Walangsungsang diberi kesempatan oleh Syech Nurul Jati untuk menyebarkan ajaran Islam di beberapa tempat atau daerah selain itu, beliau juga diberikan kesempatan untuk membuka pemukiman baru, baik di wilayah Cirebon maupun didaerah sekitarnya. Perjuangan Raden Walangsungsang membangun Cirebon dan menyebarkan Islam dimulai pada usianya yang kala itu menginjak angka 25 tahun. Ia mulai berdakwah, kesana kemari mengajarkan agama Allah, hingga mencapai puncaknya yaitu, saat ia menduduki singgasana kerajaan Cirebon, dari situ ia memiliki kekuatan untuk memperluas wilayah dakwahnya.
Semasa hidupnya, Raden Walangsungsang memiliki dua istri, yakni Nyi Endang Geulis dan Nyai Ratna Lilis. Dari pernikahannya dengan Nyi Endang Geulis Raden Walangsusngsang dianugerahi keturunan yang diberi nama Nyi Pakung Wati yang menjadi salah satu pendamping Syekh Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Syekh Syarif  Hidayatullah sendiri merupakan putra dari Nyi Mas Rara Santang, adik Mbah Kuwu Sangkan. Sedangkan dari pernikahannya dengan Nyai Ratna Lilis, Mbah Kuwu Sangkan dianugerahi seorang putra bernama Pangeran Abdurrokhman.

Mbah Kuwu Sangkan menetap di daerah Cirebon Girang, Talun sampai akhir hayatnya sekitar tahun 1500-an Masehi atau abad ke-16 awal. Sumber sejarah lain menyebut, Mbah Kuwu Sangkan wafat tahun 1529 Masehi. Namun sampai saat ini masih banyak sekali orang yang mempercayai bahwa Mbah Kuwu Sangkan masih hidup karena makamnya ditemukan di beberapa tempat yang berbeda, seperti di Dusun Astana, Dusun Girang bahkan konon ada juga makamnya yang berada di wilayah Dieng, Jawa Tengah. Banyak yang mengatakan bahwa Mbah Kuwu Sangkan atau Raden Walangsungsang sampai saat ini masih sering berkelana. Mengunjungi tempat-tempat yang dulu ia singgahi untuk menyebarkan agama Islam.

Share:

SITUS-SITUS YANG ADA DI MAKAM KERAMAT TALUN

Di Makam Keramat Talun Cirebon,terdapat situs-situs yang dapat menarik perhatian para peziarah,berikut beberapa situs yang ada di Makam Keramat Talun:

1.PALINGGIHAN
Sebelum kita masuk gerbang utama makam keramat talun kita akan terlebih dahulu menjumpai yang namanya palinggihan,di dalam palinggihan kita bisa menjumpai juru kunci yang paling di tuakan atau yang paling sepuh,Beliau bernama Bapak Hj.Suja'i.
Di dalam Palinggihan itu kita dapat menemui tempat-tempat yang  menarik.salah satunya yaitu Sumur,air sumur ini di percaya oleh warga sekitar dapat menyembuhkan penyakit dan masih banyak khasiat lainnya.Namun sumur itu hanya sebatas perantara saja sesungguhnya yang hanya dapat menyembuhkan penyakit hanyalah Allah SWT.
Lalu ada patung Kebo dongkol bule karone dan macan samba yang dipercayai sebagai hewan kesukaan atau peliharaan mbah kuwu sangkan dulu.

2.TIRAKTAMU
Tiraktamu adalah tempat peristirahatan atau penginapan para peziaarah dari luar kota.Tiraaktamu dibagi menjadi dua yaitu Tiraktamu Waanita dan tiraktamu laki-laki,Tiraktamu Wanita tepat bearada di sebelah kanan halaman utama dan Tiraktamu laki-laki berada di sebelah kiri tirak tamu wanita.

3.BATU
Batu ini berada di dalam tiraktamu wanita tepat di depan pintu masuk.Batu ini dipercaya sebagai tempat beristirahatnya Mbah Kuwu Sangkan untuk tiduran,duduk-duduk dulu.Batu ini lumayan besar kira-kira berukuran 1 meteran dan batu ini membentuk bulat.

4.MAKAM ABDI DALEM
Makam abdi dalem adalah makam para abdi-abdi yang telah setia mengabdi pada Makam Keramat Talun pada zaman dulu.Makamnya berada di ruangan paling belakang.
5.MAKAM SAHABAT-SAHABAT MBAH KUWU SANGKAN
Dan di Makam Keramat Talun juga terdapat makam para sahabat-sahabat yang setiap pada Mbah Kuwu Sangkan jaman dulu.Makam nya berada di dalam Masjid yang ada di Makam Keramat Talun.


6.TUGU
Di Makam Keramat Talun juga terdapat Tugu entah saaya kurang tahu kenapa di bangun nya tugu itu,tapi yang pasti tugu itu bangunan baru.

7.MASJID
Masjid ini biasa dipakai para peziarah untuk menjalankan ibadah seperti sholaat,ngaji,dan buat mendekatkan diri kepada yang maha kuasa.di Masjid ini kebanyakan dihuni oleh kaum laki-laki.di masjid itu juga biasa dijadikan tempat untuk tidur buat para peziarah dan juga masjid ini biasa diapakai untuk merenung bagi peziarah yang sedang terkena  masalah.

8.PATUNG MACAN SAMBA DAN KEBO BULE KARONE
Macan Samba dan Kebo bule karone dipercaya sebagai hewan kesukaan yang di pelihara Mbah Kuwu Sangkan pada saat dulu,sekalikus menjadi teman setia mbah kuwu sangkan.

9.BEDUG
Bedug ini berada di dalam Masjid makam keramat talun,bedug ini dari dulu hingga sekarang masih dipake.

Share:

Fenomenal Unik Makam Kramat Talun


Kabupaten Cirebon hingga kini masih menjadi destinasi wisata ziarah bagi masyarakat, bukan hanya sekitar Cirebon tetapi juga luar kota. Contohnya yang bakal saya bahas di bawah ini tentang kompleks makam Mbah Kuwu Cerbon yang berlokasi di Desa Cirebon Girang, Kecamatan Talun,

Peziarah yang datang tidak hanya ingin melihat dari dekat kondisi kompleks makam yang konon dikeramatkan masyarakat, tetapi ada juga yang melakukan salat, berzikir, menyepi atau bahkan mencari wangsit hingga berhari-hari. Sebagian besar dari mereka percaya jika bila melakukan kegiatan yang bersifat religi di tempat tersebut akan mendapat barokah. Tingginya keinginan masyarakat untuk berziarah di makam tersebut karena tak lepas dari sejarah yang menyertainya. Dalam beberapa tulisan ahli sejarah menyebutkan, Mbah Kuwu Sangkan atau Mbah Kuwu Cerbon adalah pendiri Cirebon.

Nama aslinya, Pangeran Walangsungsang. Ia merupakan keturunan Prabu Siliwangi (Raja Pajajaran) dan istrinya Nyai Mas Subanglarang/Subang Krancang (Putri Mangkubumi Mertasinga Cirebon). Dua saudaranya bernama, Nyai Mas Ratu Rara Santang dan Pangeran Raja Sangara. Ketika mengembara dari kampung ke kampung, Mbah Kuwu Sangkan mendapat sebutan Pangeran Cakrabuana. Benda pusaka yang dimiliki adalah golok cabang, klambi waring, dan manuk sang bango. Selain itu, binatang peliharaannya bernama macan samba, kebo dongkol bulekarone, dan kucing sanggramawa. Bahkan disebut-sebut, Mbah Kuwu ini merupakan orang pertama yang mengadakan peringatan Maulid Nabi, sehingga banyak orang datang berbondong-bondong demi mengalap berkah atau berdoa di tempat tersebut.

Dulunya, tempat itu berupa hutan belantara yang di babad dan di bangun sebuah pedukuhan. Di tempat ini pula, banyak peziarah yang mengaku mengalami fenomena gaib. Seperti yang dialami warga Desa Sampiran, Kecamatan Talun ini pernah melihat sosok macan putih ketika selesai salat Ashar. Ia mengaku sangat terkejut. Ia tidak menyangka akan melihat sosok macan putih muncul di hadapannya. Namun dirinya berusaha untuk tetap tenang. Setelah sekian lama saling berpandangan, macan putih itu pun menghilang. Hal yang sama juga dialami Warga Sumber yang mengaku sering menginap di kompleks Makam Mbah Kuwu kerap bertemu dengan macam putih tersebut. Ia menduga macan putih itu milik Prabu Siliwangi yang biasa berkeliaran di tempat itu.

Warga meyakini, bagi warga Cirebon asli yang sering berziarah di tempat itu, baik hanya sekadar istirahat, salat atau keperluan lainnya, kemungkinan besar akan melihat wujud Mbah Kuwu. Bahkan bagi orang-orang yang memiliki indera batin yang kuat, biasanya Mbah Kuwu hadir saat diperlukan. Beliau kerap menolong atau sekadar memberi wejangan dan ia selalu mengajak pada kebaikan. Warga tidak memungkiri jika tidak sedikit peziarah yang mendapat benda-benda pusaka, seperti batu akik, keris atau sejenisnya yang datang secara tiba-tiba. Ia juga mengungkap kan, ketika malam tiba biasanya muncul cahaya-cahaya yang keluar atau masuk kompleks makam. Kelebatan cahaya itu terkadang berwarna putih dan terkadang merah. Termasuk terdengar suara-suara tanpa rupa, seperti auman macan, suara kaki kuda atau derap kaki manusia. Tapi bagi sebagian besar peziarah, terutama mereka yang menginap, fenomena gaib seperti itu sudah tidak asing lagi. Mereka tidak merasa takut apalagi lari menjauh. Justru kebanyakan dari mereka ingin bertemu dengan Mbah Kuwu, baik langsung atau lewat mimpi

Share:

Tahiyatul Masjid


Masjid Kramat Talun benar benar bersih dan asri. Selain itu banyak peziarah yang menginap sekedar berisitirahat disana hanya untuk duduk duduk sebentar maupun istirahat untuk menenangkan diri. Selain banyak nya peziarah yang mengunjungi masjid di Makam Kramat Talun Cirebon tersebut para peziarah biasanya pada bulan Ramadhan banyak yang mengikuti untuk sholat tarawih / hari raya di dalam masjid tersebut. Masjid itu juga setiap harinya di jaga dan di bersihkan serta di tata dengan rapi oleh para penjaga dan warga yang tinggal disana. Lantai yang menghiasi masjid tersebut. Banyak warga yang menghargai dan membantu membersihkan makam tersebut maupun masjid nya sehingga tidak heran kalau kita masuk ke masjid tersebut di dalamnya akan terlihat bersih.

Banyak yang mengikuti perintah – perintah Allah swt di dalamnya dengan tawakal dan sabar cara menjalani agar doa kita insyallah cepat terkabul adalah dengan cara Sholat. Sholat yang merupakan bagian penutup diteruskan dengan wirid dzikir sebanyak-banyaknya. Setelah sembahyang Magrib dilakukan wirid Dzikir sekurang-kurangnya 165 kali, dilanjutkan dengan khotaman dan witir-witir lainnya samapai waktunya shalat Isya. Kemudian dilakukan sholat malam hari, yaitu sholat Tahiyatul Masjid dan Syukrul wudhu sebelum kering air wudlu, sholat hayat yang lebih baik dilaksanakan di malam hari, sholat Taubat yang gunanya untuk mencuci dosa yang telah diperbuat oleh manusia, sholat Tahajud yaitu 40 malam mandi 40 kali tiap-tipa malam, 40 malam “melek” (tidak tidur), 40 hari berpuasa, 40 hari tidak makan nasi atau ‘niis’, 40 hari tidak makan garam, 40 hari tidak minum, dan lain-lain. Peziarah lain yang mengaku bernama Karwati (bukan nama sebenarnya), usia 36 Tahun. Ia berasal dari Majalengka menyebutkan, ia datang ke Cirebon pada mulanya hanya diajak oleh tetangga. Sejak awal ia merasa tidak memiliki motivasi datang ke makam Embah Kuwu Sangkan, namun setelah beberapa kali datang makam keramat tersebut ia berperasaan lain. Sejak itulah memiliki itikad untuk merubah nasibnya. Ia di makam Embah Kuwu Sangkan bermalam sambil melakukan sembahyang malam dan membaca wirid dan dzikir. Wirid yang ia baca atau diamalkan dimakam itu bukan wirid seperti yang dianjurkan melainkan yang dia miliki sendiri. Setelah sholat subuh di masjid, biasanya ia membaca wirid dimakam keramat itu sampai pagi sekitar pukul 06.15. Kegiatan dimakam dilakukan kembali setelah sholat Isya hingga larut malam. Ia tidak tidur di makam, melainkan di mesjid yang letaknya berdampingan dengan komplek makam keramat. Untuk keperluan makan tinggal pergi ke warung yang berada di dekat mesjid itu juga. Menurut pengakuannya, ia sering pergi ke tempat-tempat yang menurutnya merupakan tempat sakral. Menurutnya, baru ia pulang kerumah apabila setelah mendapat ilapat (ilham). Hingga sekarang, menurut pengakuan nya kehidupannya sudah ada sedikit perubahan. Masjid ini di buat oleh Mantan Bupati Cirebon (Alm) H Dedi Supardi. Lokasi petilasan terdapat di daerah tertutup. Tempat wudhu itu sendiri terdapat di depan. Masjid itu menajadi bagian lain dari situs bersejarah Mbah Kuwu Sangkan. Karena, di araea pemakaman Mbah Kuwu Sangkan itu pula terdapat masjid. Mbah Kuwu Sangkan maupun Raden Mas Walangsungsang merupakan salah satu sosok yang sangat berperan dalam menyebrakan agama Islam di tanah Cirebon. Makam Kramat Talun Cirebon adalah tempat religius yang di dalamnya terdapat Makam Mbah Kuwu Sangkan atau yang biasa kita sebut Raden Mas Walangsungsang.

Share:

BIOGRAFI SINGKAT MBAH KUWU SANGKAN DAN DESA TALUN

       Mbah Kuwu Sangkan atau yang biasa dikenal dengan Pangeran Cakra Buana,lahir pada tahun 1423 Masehi.Mbah Kuwu Sangkan merupakan anak pertama dari pasangan Prabu Siliwangi dan Nyi Mas Subalarang Mbah Kuwu Sangkan memiliki dua adik yang bernama Nyi Mas Rarasantang dan Prabu Kian Santang. Mbah kuwu sendriri memiliki dua istri, yakni Nyimas Endang geulis dan Ratna Lilis Dari pernikahannya dengan Nyimas Endang geulis dianugerahi anak yang bernama Nyi Pakung Wati yang kelak menjadi pendamping Syekh Syarif Hidayatullah, Syekh Syarif Hidayatullah sendiri  merupakan putra dari Nyai Rarasantang, adik Mbah Kuwu Sangkan.
       Sedangkan dari pernikahannnya dengan Ratna lilis dianugrahi seorang putra yang bernama Pangeran Abdurokhman,Mbah Kuwu ini bukan nama asli melainkan sebuah gelar,menurut juru kunci Mbah Kuwu ini memiliki nama lahir Raden Walasungsang dan mempunyai 4 nama lainnya yaitu Cakrabuana, Haji Abdullah Iman ,Syekh Somadullah dan Mbah Kuwu Sangkan tersebut,Maksud dari gelar Mbah Kuwu Sangkan yaitu Raden Walasungsang merupakan orang yang mendirikan tanah cirebon dan menjadi kuwu pertama. Peranan Mbah Kuwu Sangkan yaitu mengislamkan orang yang ada di pedalaman cirebon.
       Mbah Kuwu Sangkan atau Pangeran Cakra Buana wafat pada tahun 1500-an Masehi atau abad 16 awal. Sumber lain pun menjelaskan beliau wafat pada tahun 1529 Masehi dan dimakamkan di Talun Cirebon Jawa Barat. Kata Talun ini memiliki arti yaitu “Tahalul” yang artinya tempat orang melaksanakan tahlilan. Di sekitar makam Mbah Kuwu Sangkan ini terdapat patung macan dan kerbau, masing-masing patung diyakini mempunyai makna dan dianggap sudah punah.
Patung kerbau itu merupakan binatang peliharaan mbah kuwu, sedangkan patung macan sendiri itu adalah melambangkan Kerajaan Padjajaran yang tak lain kerajaan yang dipimpin oleh ayahnya yaitu Prabu Siliwangi, Sekarang menurut kepercayaan orang setempat patung inilah yang menjaga makam Mbah Kuwu selama ini. Selain patung ada sebuah bangunan yang terletak di depan makam sebelum memasuki gerbang yaitu Palinggihan Ichsanul Kamil, bangunan tersebut konon merupakan tempat Mbah Kuwu melakukan meditasi untuk berinteraksi dengan Tuhannya.
       Di makam Mbah Kuwu Sangkan memiliki adat istiadat yang sering dilakukan oleh masyarakat sekitar yaitu mengadakan perkumpulan kuwu-kuwu yang ada di Cirebon setiap 1 suro,mengadakan panjang jimat pada maulid nabi, dan melakukan syukuran sedekah bumi apabila memasuki musim hujan.
       Banyak dari orang cirebon lebih mengenal Sunan Gunung Jati yang dimakamkan di daerah Gunung Jati Cirebon,yang merupakan salah satu dari sembilan wali,Tetapi kalau kita menelusuri lebih jauh nanti akan ketemu bahwa Mbah Kuwu Sangkan merupakan orang yang pertama menyebarkan agama islam di daerah Cirebon,Jawa Barat ini.
       Setiap  harinya banyak rombongan para peziarah datang berziarah ke  Makam kramat Talun ini untuk berziarah ke Mbah Kuwu Sangkan atau Raden Walangsungsang.peziarah itu mulai dari Kota Cirebon,Kuningan,Indramayu dan masih banyak peziarah dari kota lain.Saking banyaknya peziarah yang dating ke Makam mbah kuwu sangkan ini sampai dijulki sebagai magnetnya para peziarah.
Di kompleks Makam keramat Talun banyak warga sekitar yang kurang mampu meminta sumbangan dari para  peziarah yang mau ke Makam Mbah Kuwu Sangkan.kalau kalian ingin berziarah kesini sisihkanlah sedikit kekayaan anda uuntuk mereka.Kemungkinan kalau ingin berziarah di bbulan-bulan sekarang di daerah Talun akan hujan,soalnya derah Talun termasuk dekat gunung Ciremai dan udara disana juga lumayan dingin.jadi kalau mau kesana lebih baik memakai jaket atau pakaian tebal lainnya.

Share:

MASJID

       Di sebelah kiri situs ada juga terdapat masjid yaitu Masjid Al-Ikhlas. Menurut warga setempat,masjid itu dibangun saat (Alm) Bupati Dedi berkuasa.Masjid itu menjadi bagian lain dari situs bersejarah Mbah Kuwu Sangkan. Karena, di area pemakaman Mbah Kuwu Sangkan itu pula terdapat masjid.Masjid itu biasa digunakan untuk menggerjakan sholat 5 waktu,sholat taarawih dan sholat idul fitri oleh warga setempat.
       Masjid itu juga bisa digunakan oleh para peziarah untuk menunaikan ibadah sholat dan bahkan bisa juga untuk beristirahat sejenak buat para peziarah dari luar kota.Tentunya di masjid itu memiliki aturan yang harus pengunjung atau warga taati.ada beberapa aturan yang harus ditaati oleh peziarah dan warga setempat yaitu:
1.Dilaraang Bercanda
2.Bersuara Keras
3.Merokok
       Kalau kita masuk di halaman utama makam keramat Talun tepat di sebelah kiri kita tepatnya di depan ruangan juru kunci,kita juga akan menemui masjid.Masjid di dalam makam keramat talun biassa digunakan oleh para peziarah untuk tidur,beristirahat sejenak,sholat,ngaji,berdoa daan kegiatan lain-lain nya.
       Para peziarah yang sedang terkena masalah biasanya merenung di dalam masjid makam keramat Talun itu konon katanya dipercaya oleh masyarakat setempat dan peziarah kalau orang yang sedang terkena masalah dan merenung di masjid itu akan bisa menemukan jalan keluarnya.jalan keluar itu biasanya lewat perantara entah peziarah lain ataupun masyarakat setempat dan orang tidak dikenal.
Bahkan peziarah itu bisa sampai menginap ber hari-hari di masjid itu.sampai rela meninggalkan anak istri,pekerjaan dan kegiatan sehari-hari nya. ada yang sampai 4 hari atau lebih dan ada juga yang cuma 1 hari.Di masjid itu juga ada beberapa peninggalan barang-barang atau alat kuno,seperti Jam dan Bedug yang sudah lama tidak dipakai.
       Di dalam masjid itu juga ada 2 makam yang konon katanya itu dulunya adalah sahabat-sahabat  Mbah Kuwu Sangkan dulu.kebanyakan orang yang menginap dan merenung di masjid itu orang-orang dari luar kota yang sedang terkena masalah.masjiid itu bersebelahan dengan tiraktamu laki-laki jadi yang mendominasi masjid itu adalah kaum laki-laki.di masjid itu juga memilliki larangan-larangan yang tidak boleh dilanggar oleh para peziarah.larangan-larangan nya yaitu:
1.Tidak boleh merokok
2.Tidak mengucap atau mengeluarkan kata-kata kkasar
3.tidak boleh bercanda

        Disebelah kiri masjid itu terdapat jendela yang kalau kita lihat teerdapat pohon dan banyak kuburan-kuburan warga setempat yang telah wafat.sehari-harinya masjid itu biasanya ada peziarah-peziarah laki-laki.biasanya rame pada malam jum’at atau hari jum’at nya.tapi lebih rame kalau sedang bulan  Maulid Nabi Muhammad SAW. Ketika maulid nabi tiba biasanya para peziarah beramai-ramai dating ke makam keramat Talun.
       Suasana di masjid itupun beda sunyi dan tenang tempat favorit paaraa peziaraah buat menenangkan diri,merenung,berdoa,sholat dan untuk beristirahat sejenak sebelum pulang ke daerah-daeraah nya.Masjid itu di dominasi oleh warna hijau dan merah juga ber keramik putih.menurutku masjid itu bersih karena ada yang membersihkan setiap harinaya.
       Di masjid itu juga berbau wangi,sepertinya sih bau wangi dari kembang-kembang yang dibaawa peziaraah buat ziarah di makam nya mbah Kuwu Cirebon atau Mbah Kuwu Sangkan.masyarakat daerah talun juga sepertinya sering berada di masjid itu sehabis berziarah.begitupun dengan saya,meskipun observasi suddah selesai bukan berarti tidak akan kesitu lagi,mungkin kapan kapan saya dengan keluarga saya bakalan kesitu untuk berziarah ke makam Mbah Kuwu Sangkan yang berada di daerah Cirebon Girang Talun itu.

Share:

TIRAKTAMU



Saat memasuki ke halaman utama, tepat sebelah kanan terdapat sebuah bangunan yang biasa disebut “tiraktamu”. Tiraktamu inilah yang sering digunakan untuk beristirahat bagi para peziarah di makam Mbah Kuwu Sangkan. Tempat tersebut digolongkan menjadi dua bagian, ada di khususkan untuk laki – laki dan ada juga yang dikhususkan untuk perempuan. Jika ada pasangan suami istri yang berkunjung kesini pun, tidak diperbolehkan berada dalam satu tiraktamu. Tiraktamu diandaikan sebagai tempat tirakatan orang – orang yang mau mendekatkan diri kepada Allah SWT. Adapun aturan yang terdapat saat mengunjungi Makam Kramat Talun, yaitu :
1.   Setiap tamu/peziarah yang baru datang dan hendak tahlil harus seizin/sepengetahuan dari Juru Kunci.
2.      Setiap tamu/peziarah dilarang menyimpang dan bertentangan dengan Aqidah dan Syari't Islam.
3.      Setiap tamu/peziarah dilarang:
a.       Tiduran
b.      Merokok                                                      
c.       Bersenda gurau/ berbuat gaduh
d.      Bersuara/bercakap terlalu keras
 Di depan maqom pintu Mbah Kuwu Sangkan Cirebon.
4.      Bagi tamu/peziarah laki-laki bertempat tahlil di sebelah barat dan perempuan bertempat di sebelah timur.
5.      Selama bermukim dan berziarah harus menjaga keamanan, ketertiban, kenyamanan, kesopanan, dan kesusilaan serta harus mentaati segala tata tertib dan peraturan yang berlaku.
6.      Para tamu / para peziarah harap berpakaian sopan/ menutup aurat, khusus untuk tamu/ peziarah perempuan hendaknya memakai jilbab/ kerudung.

Dan ada juga Larangan pada saat kita mengunjungi Makam Kramat Talun, yaitu sebagai berikut :

1.        BAGI WANITA YANG SEDANG DATANG BULAN DILARANG MEMASUKI AREA BANGUNAN UTAMA MAKAM MBAH KUWU SANGKAN.

2.        PARA TAMU/ PARA PEZIARAH  WANITA DAN PARA TAMU/ PARA PEZIARAH TAMU LAKI-LAKI DILARANG BERADA DALAM 1 RUANG TIRAKTAMU MESKIPUN SUDAH MENIKAH.

Sebagai tempat yang sakral, Makam Mbah Kuwu Sangkan memiliki beberapa tradisi yang rutin dilaksanakan, seperti:

1.     Maulid Nabi Muhammad SAW. Ketika maulid nabi tiba, biasanya para pengurus Makam Kramat Talun akan sibuk untuk mempersiapkan kegiatan maulid bersama-sama.
2.      Perkumpulan 1 Assyuro’, perkumpulan ini merupakan tradisi yang kegiatannya mengumpulkan seluruh pemimpin, dari mulai kuwu, camat, bupati, walikota, dll dari daerah CIAYUMAJAKUNING (Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan) terutama untuk daerah Cirebon sendiri, untuk memanjatkan do’a bersama-sama di Makam Mbah Kuwu Sangkan. Hal itu karena, Mbah Kuwu Sangkan merupakan pemimpin pertama dari Cirebon.
3.      Sedekah Bumi, Tradisi ini adalah tradisi yang dilakukan untuk menyampaikan rasa syukur pada saat pergantian musim, dari musim kemarau ke musim penghujan.
4.   Mandi di sumur yang ada di palinggihan. Tradisi ini biasa dilakukan pada saat malam jum’at pertengahan bulan atau ketika bulan purnama. Dipercaya oleh warga sekitar, bila yang sulit jodoh, kemudian mandi disumur tersebut, maka insyaallah jodonya akan dipermudah, oleh Allah SWT. Allahu’A’lam.

Selain itu juga ada Motivasi Peziarah
Peziarah datang berkunjung dengan rombongan besar maupun perorangan tentu didorong oleh berbagai motivasi atau niat yang berlainan antara satu dengan lainnya, yang masing-masing mempunyai motivasi yang belum tentu sama, tergantung apa yang akan “diminta dan kepentingan”. Peziarah yang datang berkunjung ini kebanyakan mendengar dan diberitahu oleh teman, tetangga atau kerabatnya tentang “kekeramatan, karisma” Embah Kuwu Sangkan yang dapat memberi harapan untuk hidup yang lebih baik dan lain sebagainya Motivasi mereka untuk berziarah itu ada karena kemauan sendiri, tetapi ada juga yang diajak atau dianjurkan teman, tetangga atau kerabatnya yang merasa berhasil. Oleh karena itu, cara mereka berkunjung itu ada yang seorang diri, mengajak teman atau saudara, ada pula secara berombongan.
Peziarah yang mengunjungi tempat keramat, termasuk mereka yang datang ke makam keramat Embah Kuwu Sangkan pada umumnya dilandasi oleh niat, tujuan yang didorong oleh kemauan batin yang mantap. Berdasarkan kenyataan di-lapangan terdapat berbagai macam motivasi para peziarah datang ke makam keramat tersebut. Salah satu di antara motivasi peziarah datang berkunjung ke makam Embah Kuwu Sangkan adalah untuk menenangkan bathin.
Share:

Popular Posts

Instagram

Pages

Facebook